
Pusing dan berkunang-kunang merupakan keluhan yang cukup umum. Sensasinya bisa berbeda-beda, mulai dari kepala terasa ringan seperti akan pingsan, tubuh terasa tidak seimbang, hingga lingkungan terasa berputar atau disebut vertigo. Penyebabnya pun beragam, sehingga pusing yang sering muncul sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda tekanan darah rendah.
Berikut beberapa penyebab pusing dan berkunang-kunang yang perlu diketahui.
1. Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan aliran darah ke otak berkurang sehingga muncul rasa pusing, kepala ringan, pandangan kabur, lemas, atau bahkan pingsan.
Keluhan dapat semakin terasa ketika seseorang tiba-tiba berdiri setelah duduk atau berbaring. Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik.
2. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Kurang minum, banyak berkeringat, muntah, diare, atau aktivitas berat dalam cuaca panas dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.
Dehidrasi dapat menurunkan volume darah dan memicu rasa lemas, pusing, serta berkunang-kunang.
Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, terutama saat cuaca panas atau ketika sedang banyak beraktivitas.
3. Gula Darah Rendah
Kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan pusing, tubuh lemas, berkeringat, gemetar, lapar, jantung berdebar, dan sulit berkonsentrasi.
Kondisi ini lebih sering menjadi perhatian pada orang yang menggunakan obat diabetes tertentu, tetapi keluhan serupa juga dapat muncul ketika seseorang melewatkan waktu makan atau mengalami kondisi tertentu yang memengaruhi kadar gula darah.
4. Anemia atau Kekurangan Zat Besi
Anemia terjadi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah sehat yang tidak mencukupi atau kemampuan membawa oksigen tidak optimal.
Selain pusing dan berkunang-kunang, anemia dapat menyebabkan mudah lelah, lemas, pucat, dan sulit berkonsentrasi. Salah satu penyebab anemia yang cukup umum adalah kekurangan zat besi.
Jika keluhan berlangsung berulang, pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah terdapat anemia.
5. Vertigo dan Gangguan Telinga Dalam
Jika pusing terasa seperti ruangan berputar atau tubuh seolah bergerak padahal sedang diam, keluhan tersebut dapat mengarah pada vertigo.
Salah satu penyebab yang umum adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), yang dapat dipicu oleh perubahan posisi kepala, misalnya ketika bangun dari tempat tidur atau menoleh secara tiba-tiba. Gangguan telinga dalam lainnya juga dapat menyebabkan pusing dan gangguan keseimbangan.
6. Kurang Makan
Melewatkan waktu makan dapat membuat tubuh kekurangan energi dan pada sebagian orang dapat memicu rasa lemas atau berkunang-kunang.
Kebiasaan makan tidak teratur juga dapat menjadi masalah jika seseorang memiliki kondisi tertentu yang membuat kadar gula darah mudah turun. Karena itu, menjaga jadwal makan yang teratur dapat membantu mencegah keluhan pada sebagian orang.
7. Kurang Tidur dan Kelelahan
Kurang tidur atau kelelahan fisik dapat membuat tubuh terasa tidak bertenaga dan menyebabkan kepala terasa ringan atau tidak nyaman.
Stres dan kecemasan juga dapat berkontribusi terhadap sensasi pusing pada sebagian orang. Jika pusing muncul bersamaan dengan tekanan mental yang tinggi, memperbaiki pola tidur dan mengelola stres dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi keluhan.
8. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat menyebabkan pusing sebagai efek samping. Obat yang digunakan untuk tekanan darah, obat penenang, antidepresan, serta beberapa jenis obat lainnya dapat memengaruhi tekanan darah atau sistem saraf dan menyebabkan rasa pusing.
Jika pusing mulai muncul setelah mengonsumsi obat baru, jangan langsung menghentikan obat tanpa berkonsultasi. Sebaiknya tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah keluhan tersebut mungkin berkaitan dengan obat yang digunakan.
9. Migrain
Migrain tidak selalu hanya berupa sakit kepala. Pada sebagian orang, migrain dapat disertai pusing atau sensasi berputar, bahkan terkadang terjadi tanpa sakit kepala yang berat.
Migrain juga dapat disertai mual dan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.
Jika keluhan sering berulang, mencatat waktu munculnya pusing, aktivitas sebelumnya, makanan yang dikonsumsi, pola tidur, dan gejala lain dapat membantu dokter mencari pemicunya.
10. Gangguan Jantung atau Sirkulasi
Pusing dan berkunang-kunang terkadang dapat berkaitan dengan gangguan aliran darah atau irama jantung. Kondisi seperti gangguan irama jantung dapat membuat aliran darah ke otak tidak optimal dan menimbulkan rasa ringan di kepala atau hampir pingsan.
Jika pusing disertai jantung berdebar tidak teratur, nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, kondisi tersebut membutuhkan evaluasi medis segera.
Cara Mengatasi Pusing dan Berkunang-Kunang Sementara
Jika pusing muncul secara tiba-tiba tetapi tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan:
- Segera duduk atau berbaring sampai rasa pusing mereda.
- Bangun dari posisi duduk atau berbaring secara perlahan.
- Minum air yang cukup.
- Jangan melewatkan waktu makan.
- Istirahat jika tubuh terasa terlalu lelah.
- Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin ketika sedang pusing.
- Hindari alkohol dan batasi kafein jika keluhan mudah kambuh.
Namun, langkah tersebut hanya membantu meredakan keluhan dan tidak menggantikan pemeriksaan jika pusing terus berulang.
Kapan Pusing Harus Diperiksa?
Pusing sebaiknya diperiksakan ke dokter jika sering kambuh, berlangsung lama, muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Segera cari pertolongan medis apabila pusing atau berkunang-kunang yang berat disertai:
- Sakit kepala yang tiba-tiba dan sangat berat.
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Pingsan atau kejang.
- Kelemahan atau mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki.
- Kesulitan berbicara atau bicara menjadi pelo.
- Kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan yang berat.
- Penglihatan ganda atau perubahan penglihatan secara tiba-tiba.
- Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur.
- Muntah terus-menerus.
Pusing yang disertai nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, mual, atau rasa sangat ringan di kepala juga dapat menjadi tanda kondisi jantung yang membutuhkan pertolongan segera.
Kesimpulan
Pusing dan berkunang-kunang dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari dehidrasi, tekanan darah rendah, kurang makan, anemia, kurang tidur, migrain, hingga gangguan telinga dalam atau efek samping obat. Tidak semua pusing merupakan tanda penyakit serius, tetapi keluhan yang sering berulang atau semakin berat sebaiknya tidak diabaikan.
Mengetahui kapan pusing muncul, berapa lama berlangsung, apakah terjadi setelah berdiri, serta gejala lain yang menyertainya dapat membantu tenaga kesehatan menentukan kemungkinan penyebabnya. Jika pusing disertai tanda bahaya seperti nyeri dada, sesak napas, pingsan, kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, atau sakit kepala hebat secara tiba-tiba, segera cari pertolongan medis.